Postingan

Hukum Nun Mati, Tanwin, dan Mim Mati

Gambar
Assalamu'alaikum. Di sini Ana ingin berbagi ilmu tentang hukum nun mati, tanwin, dan mim mati. Berikut ulasannya. 1. Ikhfa’ Syafawi, mim mati bertemu dengan ba’. Cara pengucapannya mim tampak samar (bibir tanpa ditekan kuat) disertai dengan ghunnah. Contoh: تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍِ 2. Idgham Mitslain Idgham Mitslain atau idgham mimi, mim mati bertemu dengan mim. Cara pengucapannya harus disertai dengan ghunnah. Contoh: إنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ 3. Izh-har Syafawi Izh-har Syafawi, mim mati bertemu dengan selain huruf mim dan ba’. Cara pengucapannya adalah mim harus dibaca jelas, harus tampak jelas tanpa ghunnah, terutama ketika bertemu dengan fa’ dan waw. Sedikitpun mim tidak boleh terpengaruh makhroj fa’ dan waw walaupun makhrojnya berdekatan/sama. Contoh: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ـ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ 4. Idzhar Halqi Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf alif/hamzah (ء), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), dan ha' (ه), maka ia harus di...

Cara Menambahkan Animasi Bergerak dan Kursor pada Blog

Gambar
> Log in Blog > Opsi tata letak > Tambahkan Gadget > Klik tanda (+) pada HTML/Java Script > Cari animasi pada google > Copy link HTMLnya > Kembali ke blog > Isi judul (contoh: Animasi) > Tempel link tadi pada konten > Selesai > Lihat blog

Cara Menambahkan Gadget Pengikut (Followers) pada Blogspot

Gambar
Login ke blogger Dari dasbor klik "Opsi Lainnya" Klik "Tata Letak" Klik "Tambahkan Gadget" Klik "Gadget Lainnya" Klik "Tambahkan Pengikut" Klik simpan. Lalu, lihat blog anda.

Biografi Cut Nyak Dien

Gambar
Nama Pahlawan : Cut Nyak Dien Tanggal Lahir :  Lampadang, Aceh tahun 1850 Wafat : Sumedang Jawa Barat tahun, 6 November 1908 Makam : Gunung puyuh, Sumedang, Jawa Barat Perjuangan : Cut Nyak Dien menikah pada usia 12 tahun dengan Teuku Cik Ibrahim Lamanga. Namun pada saat pertempuran di Gletarum, Juni 1878, Suami Cut Nyak Dien (Teuku Ibrahim) gugur. Kemudian Cut Nyak dien bersumpah hanya akan menerima pinangan dari laki-laki yang bersedia membantu untuk menuntut balas kematian sang suami. Cut Nyak Dien akhirnya menikah kembali dengan Teuku Umar tahun 1880, kemenakana ayahnya Seorang pejuang Aceh yang juga cukup disegani oleh Belanda. Sejak itu Cut Nyak Dien selalu berjuang berama suami barunya, Teuku Umar (September 1893- Maret 1896). Dalam perjuangannya, Teuku Umar berpura-pura bekerjasama dengan Belanda sebagai taktikuntuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang lainnya. Sementara Itu Cut Nyak Dien tetap berjuang melawan Belanda di Kampung halaman Teuku Um...